Pertemuan Ke 9, Kertas Kerja

8 05 2010

Kertas kerja adalah kertas yang dibuat atau dikumpulkan selama proses pemeriksaan yang meliputi semua bukti yang dikumpulkan auditor untuk memperlihatkan pekerjaan yang dilaksanakan, metode dan prosedur yang dijalankan serta kesimpulan yang diambil Kertas kerja ini merupakan media untuk menghubungkan antara catatan klien dengan laporan pemeriksaan akuntan.

Oleh sebab itu, pembuatan kertas kerja merupakan pekerjaan yang penting dalam pemeriksaan akuntan. Sebagian besar informasi yang disediakan oleh klien untuk auditor merupakan informasi yang bersifat rahasia. Karenanya auditor harus memberikan jaminan pada kerahasiaan informasi yang diberikan klien.

Hal ini sesuai dengan Kode Etik Akuntan Indonesia pasal 19 sbb: Seorang akuntan publik harus menjaga kerahasiaan informasi yang diperolehnya selama penugasan profesional dan tidak boleh terlibat dalam pengungkapan fakta atau informasi tersebut, bila ia tidak memperoleh ijin khusus dari klien yang bersangkutan, kecuali jika dikehendaki oleh hukum, atau negara, atau profesinya. Meskipun kertas kerja dibuat dan dikumpulkan oleh akuntan/auditor dari catatan klien, dalam daerah wewenang klien, dan atas biaya klien, namun pemilikan kertas kerja tersebut sepenuhnya berada di tangan auditor.

Hal ini disebabkan kertas kerja tidak hanya berisi tentang catatan klien, tetapi juga langkah-langkah yang dilakukan oleh auditor/ akuntan pemeriksa.

Tujuan dibuatnya kertas kerja adalah :

1. Sebagai pendukung utama atas laporan pemeriksaan akuntan. Hal ini menunjukkan bahwa pengujian yang telah dilaksanakan sesuai dengan standar pelaksanaan dan secara implisit merupakan referensi laporannya yang sesuai dengan norma pemeriksaan akuntan.

2. Sebagai alat untuk mengkoordinasikan dan mengorganisasi semua tahap pemeriksaan.

3. Sebagai bukti bahwa pemeriksaan dilaksanakan sesuai dengan norma pemeriksaan yang berlaku.

4. Sebagai pedoman dalam melaksanakan pemeriksaan yang akan datang.

KERTAS KERJA DAN NORMA PEMERIKSAAN

Kertas kerja mempunyai kaitan yang jelas dengan norma pemeriksaan seperti diterangkan di bawah ini:

1. Norma Umum

Kertas kerja merupakan bukti latihan teknis dan kecakapan auditor yang ditunjukkan dengan pengetahuannya mengenai prinsip akuntansi yang berlaku dan kemampuannya menerapkan prosedur pemeriksaan pada situasi dan kondisi yang ada. Kertas kerja ini terutama penting untuk memenuhi norma kehati-hatian/kecermatan dalam pemeriksaan. Keseluruhan dari kertas kerja merupakan bukti bagi ketelitian pemeriksaan yang dilakukan auditor, dan isi kertas kerja menyatakan luas pekerjaan yang dilakukan.

2. Norma Pelaksanaan Pemeriksaan

Kegunaan pokokkertaskerjaselamaprosespemeriksaanadalahuntukmengkoordinasikan

pekerjaan yang dilakukan dalam penugasan profesionalnya. Kertas kerja memudahkan

pemeriksaan pada setiap tingkat pengawasan (level of supervision). Hal ini merupakan

pemenuhan norma pelaksanaan pemeriksaan yang pertama.

Kertas kerja penting untuk memenuhi norma pelaksanaan pemeriksaan yang ke-2 dan

ke-3, yaitu studi atas Sistem Pengendalian Internal klien yang didokumentasikan dalam

kertas kerja, serta digunakan atas masalah-masalah pembuktian (evidental matter), dan

merupakan bukti yang diperoleh dalam pemeriksaan.

3. Norma Pelaporan j

Kertas kerja bukan hanya memudahkan dalam membuat laporan pemeriksaan, tetapj

juga merupakan pendukung utama bagi pendapat akuntan yang diberikan atas laporan

keuangan. Kertas kerja juga harus berisi bukti-bukti kesesuaian antara laporaj

keuangan dengan prinsip akuntansi yang diterapkan secara konsisten dengan tahun sebelumnya.

HAL-HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN DALAM MEMBUAT KERTAS KERJA

Untuk membuktikan kecakapan teknis dan keahlian profesional, seorang auditor harus

dapat menghasilkan kertas kerja yang bermanfaat. Agar kertas kerja tersebut bermanfaat

maka kondisi-kondisi berikut harus diperhatikan :

1. Lengkap

Yang dimaksud sebagai kertas kerja yang lengkap adalah jika memenuhi dua syarat

sebagai berikut:

a. Berisi semua informasi pokok

b. Tidak memerlukan penjelasan lisan sebagai tambahan

2. Teliti !

Kertas kerja yang dibuat auditor harus bebas dari kesalahan, baik kesalahan penulisan

maupun kesalahan dalam penjumlahan. Untuk itu pembuatan kertas kerja harus dilakukan

dengan teliti.

3. Ringkas

Kertas kerja hanya berisi informasi yang pokok dan yang relevan dengan tujuan

pemeriksaan. Sehingga dalam penyajiannya ringkas tetapi dapat dimengerti dan

difahami.

4. Jelas

Agar kertas kerja yang jelas dapat disajikan, dalam pembuatannya perlu digunakan

istilah-istilah yang tidak menimbulkan pengertian ganda serta sistimatis dalam

penyajiannya.

5. Rapi

Kerapian dalam pembuatan kertas kerja akan mempermudah pemahamannya

(penelaahannya) dan mempermudah dalam memperoleh informasi dari kertas kerja

tersebut.

JENIS-JENIS KERTAS KERJA

Jenis kertas kerja dikelompokkan dalam lima jenis, yaitu:

1. Program Pemeriksaan (Audit Program)

Program pemeriksaan merupakan daftar prosedur pemeriksaan untuk pemeriksaan

elemen-elemen tertentu. Dalam program pemeriksaan, auditor menyebutkan pemeriksaan

yang harus diikuti dalam memverifikasi tiap elemen yang tercantum dalam laporan

keuangan, tanggal dan paraf pelaksana prosedur pemeriksaan serta penunjukan indeks

kertas kerja yang dihasilkan. Program pemeriksaan ini berfungsi sebagai suatu alat yang

bermanfaat untuk menetapkan jadwal pelaksanaan dan pengawasan pekerjaan

pemeriksaan.

2. Working Trial Balance

Working trial balance merupakan suatu daftar saldo rekening buku besar pada akhir

tahun yang diperiksa dan pada akhir tahun sebelumnya, kolom-kolom untuk penyesuaian

dan klasifikasi ulang, serta saldo-saldo setelah dikoreksi. Working trial balance merupakan

dasar untuk pemeriksaan kertas kerja secara individual dan merupakan ringkasan semua

data yang diperoleh selama pemeriksaan. Contoh neraca saldo pemeriksaan dapat dilihat

NERACA SALDO:

3. Ringkasan Jurnal Penyesuaian dan Pengklasifikasian

Pada pemeriksaan, auditor biasanya menemukan kesalahan dalam laporan keuangan.

Oleh sebab itu auditor membuat daftar jurnal penyesuaian yang akan diusulkan pada

klien. Di samping itu, auditor juga membuat jurnal pengklasifikasian kembali

(reclasification entries) untuk tujuan penyajian laporan keuangan yang wajar.

4. Daftar Pendukung

Dalam melaksanakan pemeriksaan, auditor memverifikasi elemen-elemen yang

terdapat dalam laporan keuangan. Untuk itu auditor membuat kertas kerja yang

bermacam-macam untuk mendukung informasi yang dikumpulkan. Dalam tiap

elemen yang diperiksanya, auditor mencantumkan metode verifikasi, pernyataan

yang timbul, serta jawaban atas pertanyaan itu.

5. Daftar Utama

Semua informasi yang dicatat dalam daftar pendukung diringkas dalam daftar utama.

Daftar utama ini merupakan ringkasan dari rekening-rekening yang saling berkaitan atau

dengan kata lain daftar utama digunakan untuk menghubungkan rekening buku besar

yang sejenis yang disajikan dalam laporan keuangan dalam satu pos.

Kolom-kolom yang ada dalam daftar utama adalah sama dengan kolom-kolom yang ada

dalam working trial balance. Jumlah tiap kolom dalam daftar utama dimasukkan pada

kolom yang sama dalam working trial balance. Contoh peringkasan dalam daftar utama

adalah : daftar utama kas merupakan penggabungan dari kas ditangan, kas dibank dan

kas kecil.

KETERKAITAN ANTAR KERTAS KERJA

Kertas kerja yang disebutkan di atas tidak berdiri sendiri-sendiri, atau mereka saling

berkaitan satu sama lain yang membentuk kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Hal tersebut

dapat digambarkan sebagai berikut:

MEMBUAT KERTAS KERJA

Pembuatan kertas kerja oleh auditor memperhatikan hal- hal sebagai berikut:

1. Judul

Tiap kertas kerja harus berisi nama klien, judul yang menerangkan isi kertas kerja, serta

tanggal neraca atau periode pemeriksaan.

2. Nomor Indeks

Tiap kertas kerja harus diberi nomor indeks, misalnya A-8, B-9 dll, untuk tujuan

identifikasi. Selain itu pemberian tanda silang atau tanda lain pada data asal dan data

tujuan sangat diperlukan untuk memudahkan arus informasi.

3. Tanda Tick

Tanda tick merupakan simbol auditor yang memberikan keterangan pada kertas

kerja. Tiap simbol harus diberi keterangan tertulis tentang pekerjaan yang telah

dilakukan.

4. Tanda Tangan dan Tanggal

Tanda tangan pada kertas kerja berguna untuk mengetahui penanggung jawab

pemeriksaan. Sedangkan tanggal menunjukkan waktu di buat kertas kerja atau

diperolehnya informasi.

SUSUNAN KERTAS KERJA

Untuk mempermudah penelaahan kertas kerja yang dibuat oleh asisten maupun staff

auditor, berbagai jenis kertas kerja tersebut harus disajikan dalam susunan yang sistematis.

Adapun susunan yang umumnya dilakukan adalah:

1. Draf Laporan Pemeriksaan

2. Laporan Keuangan yang telah diperiksa

3. Ringkasan informasi bagi penelaah

4. Program pemeriksaan

5. Laporan keuangan atas neraca lajur yang dibuat klien

6. Ringkasan jurnal penyesuaian

7. Working Trial Balance

8. Daftar utama

9. Daftar pendukung

Penelaahan kertas kerj a umumnya dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama penelaahan

dilakukan jika pekerjaan pemeriksaan pada suatu sekmen tertentu sudah selesai. Penelaahan;

pada tahap ini meliputi pekerj aan yang dilakukan, bukti yang diperoleh, dan kesimpulan yang;

diperoleh pembuat kertas kerja. Sedangkan, tahap kedua dilakukan bila semua pekerjaan!

lapangan sudah diselesaikan.

PENGARSIPAN KERTAS KERJA

Pengarsipan kertas kerja yang diperoleh dari pemeriksaan dibagi dua yaitu:

1. Arsip Permanen (Permanent file)

Arsip permanen berisi data/informasi yang diperkirakan akan berguna bagi auditor

untuk pemeriksaan yang akan datang untuk klien yang sama.

2. Arsip Sekarang/kini (current file)

Arsip ini berisi informasi yang berkaitan dengan pelaksanaan pemeriksaan saat ini.

Arsip permanen berisi informasi sbb:

1. Copy anggaran dasar/anggaran rumah tangga perusahaan

2. Bagan pedoman rekening dan prosedurnya

3. Bagan organisasi

4. Tata letak pabrik, proses produksi dan produk utama

5. Saham dan surat berharga yang diterbitkan

6. Copy kontrak jangka panjang (leasing, dana pension, dll)

7. Jadwal amortisasi hutang jangka panjang dan depresiasi aktiva tetap

8. Ringkasan mengenai prinsip akuntansi yang dipakai klien

Pembentukan arsip permanen berguna untuk:

1. Mengingatkan auditor mengenai informasi untuk pemeriksaan yang akan datang

2. Memberi ringkasan informasi pada staff pemeriksa yang baru pertama memeriksa

laporan keuangan klien tersebut

3. Menghindari pembuatan kertas kerja yang sama pada pemeriksaan mendatang


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: