KERTAS KERJA

8 05 2010

Kertas Kerja (SA Seksi 339, paragraf 03):

“Catatan yg diselenggarakan oleh auditor mengenai prosedur audit yg ditempuhnya, pengujian yg dilakukannya, informasi ug diperolehnya dan simpulan yg dibuatnya sehubungan dengan auditnya”

ct. Program audit, hasil analisis, memorandum, surat konfirmasi, representasi klien, dll.

Kertas kerja biasanya hrs memperlihatkan:

1. Telah dilaksanakannya standar pekerjaan lapangan pertama, yaitu…

2. Telah dilaksanakannya standar pekerjaan lapangan kedua, yaitu…

3. Telah dilaksanakannya standar pekerjaan lapangan ketiga, yaitu…

Tujuan pembuatan kertas kerja:

1. Mendukung pendapat auditor atas laporan keuangan auditan

2. Menguatkan simpulan auditor dan kompetensi auditnya

3. Mengkoordinasi dan mengorganisasi semua tahap audit

4. Memberikan pedoman dalam audit berikutnya

SA Seksi 339, paragraf 03 è “ kertas kerja adalah milik KAP, bukan milik klien atau milik pribadi auditor”.

Faktor yg harus diperhatikan dlm pembuatan kertas kerja:

1. Lengkap

2. Teliti

3. Ringkas

4. Jelas

5. Rapi

Tipe Kertas Kerja:

1. Program Audit (Audit Program)

Merupakan daftar prosedur audit untuk seluruh audit unsur tertentu, sekaligus berfungsi sebagai alat yang bermanfaat untuk menetapkan jadwal pelaksanaan dan pengawasan pekerjaan audit.

2. Working Trial Balance

Suatu daftar yg berisi:

saldo-saldo akun buku besar pada akhir tahun yg diaudit dan pada akhir tahun sebelumnya

kolom untuk adjustment & penggolongan kembali yg diusulkan auditor

saldo-saldo setelah koreksi auditor yg akan tampak dlm laporan keuangan auditan

3. Ringkasan Jurnal adjustment

Kertas kerja berisi temuan-temua kekeliruan dalam laporan keuangan & catatan akuntansi.

4. Skedul Utama (lead schedule atau top schedule)

Kertas kerja yg digunakan untuk:

meringkas informasi yg dicatat dalam skedul pendukung untuk akun-akun yg berhubungan

mrnggabungkan akun-akun sejenis, yg jumlah saldonya akan dicantumkan di dlm laporan keuangan dlm satu jumlah

5. Skedul Pendukung (Supporting Schedule)

Kertas kerja yg menguatkan informasi keuangan dan operasional yg dikumpulkan, memuat berbagai simpulan yg dibuat auditor.

INDEKS PADA KERTAS KERJA

Faktor yg harus diperhatikan:

1. Setiap kertas kerja hrs diberi indeks

2. Pencantuman indeks silang harus dilakukan:

a. indeks silang dr skedul pendukung ke skedul utama

b. indeks silang dr skedul akun pendapatan & biaya

c. indeks silang antar skedul pendukung

d. indeks silang dr skedul pendukung ke ringkasan jurnal adjustment

e. indeks silang dr skedul utama ke working trial balance

f. indeks silang dpt jg utk menghubungkan program audit dgn kertas kerja

3. Jawaban konfirmasi, pita mesin hitung, print-out komputer, dll tidak diberi indeks kecuali jika dilampirkan pd kertas kerja yg berindeks.

Metode pemberian indeks:

1. Indeks Angka

2. Indeks Kombinasi Angka dan Huruf

3. Indeks Angka Berurutan

Susunan Kertas Kerja

1. Draft Laporan Audit (Audit Report)

2. Laporan Keuangan Auditan

3. Ringkasan Informasi bagi reviewer

4. Program Audit

5. Laporan Keuangan / Lembar Kerja yg dibuat klien

6. Ringkasan Jurnal Adjustment

7. Working Trial Balance

8. Skedul Utama

9. Skedul Pendukung

Jenis Pengarsipan Kertas Kerja:

1. Arsip Kini (Current File)

2. Arsip Permanen (Permanent File)

Dokumen Pendukung

Dokumen Sumber

Jurnal

Buku Besar

Lembar Kerja (Trial Balance)

Laporan Keuangan

Buku Pembantu

Proses Penyusunan Laporan Keuangan

Skedul Pendukung

Working Trial Balance

Laporan Keuangan Auditan

Proses Penyusunan Laporan Keuangan Auditan

Skedul Utama

Ringkasan Jurnal Adjustment


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: