Pertemuan ke 9

24 05 2009

PERTEMUAN 9

KERTAS KERJA ( KK ).

I. Definisi Kertas Kerja.

KK (working paper) adalah kertas-kertas yg dikumpulkan atau dibuat selama proses pemeriksaan yg meliputi semua bukti pemeriksaan yg telah dikumpulkan oleh auditor untuk memperlihatkan pekerjaan yang telah dilaksanakan, metode & prosedur pemeriksaan yg diikutinya serta kesimpulan yang dibuatnya.

II. Tujuan KK.

a.   Mengkoordinasi dan mengorganisasi semua tahap audit. Audit yang dilaksanakan oleh auditor terdiri dari berbagai tahap audit yang dilaksanakan dalam berbagai waktu, tempat dan pelaksana. Setiap tahap audit tersebut menghasilkan berbagai macam bukti yang membentu kertas kerja. Pengkoordinasian berbagai tahap audit tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan kertas kerja.

b.   Pedoman audit/pemeriksaan selanjutnya. Dalam audit yang berulang terhadap klien yang sama dalam periode akuntansi yang berlainan, auditor memerlukan informasi mengenai : sifat usaha klien, catatan dan sistem akuntansi klien, pengendalian intern klien dan rekomendasi perbaikan yang diajukan kepada klien dalam audit yang lalu, jurnal-jurnal penyesuaian/adjustment yang disarankan untuk menyajikan secara wajar laporan keuangan yang lalu. Informasi yang sangat bermanfaat untuk audit berikutnya tersebut dapat dengan mudah diperoleh dari kertas kerja audit tahun sebelumnya.

c.   Menguatkan kesimpulan auditor dan kompetensi auditnya. Dikemudian hari, jika ada pihak-pihak yang memerlukan penjelasan mengenai kesimpulan atau pertimbangan yang telah dibuat oleh auditor dalam auditnya, auditor dapat kembali memeriksa kertas kerja yang telah dibuat dalam auditnya. Pembuatan seperangkat kertas kerja yang merupakan syarat yang penting dalam membuktikan telah dilaksanakannya dengan baik audit atas laporan keuangan.

d.   Pendukung pendapat auditor atas LK yang diperiksanya. Standar pekerjaan lapangan ketiga mensyaratkan auditor memperoleh bukti kompeten yang cukup sebagai dasar untuk menyatakan pendapat atas laporan keuangan yang diaudit. Kertas kerja dapat digunakan oleh auditor untuk mendukung pendapatnya dan merupakan bukti bahwa auditor telah melaksanakan audit yang memadai.

III. Faktor – Faktor Yang Perlu Diperhatikan Dalam Pembuatan Kertas Kerja.

a.   Lengkap. Dalam arti :

1)      Berisi semua informasi yang pokok. Auditor harus dapat menentukan komposisi semua data penting yang harus dicantumkan dalam kertas kerja.

2)      Tidak memerlukan tambahan penjelasan secara lisan karena kertas kerja akan diperiksa oleh auditor senior untuk menentukan cukup atau tidaknya pekerjaan audit yang telah dilaksanakan oleh stafnya dan bahkan ada kemungkinan kertas kerja tersebut akan diperiksa oleh pihak luar, maka kertas kerja hendaknya berisi informasi yang lengkap, sehingga tidak memerlukan tambahan penjelasan lisan. Kertas kerja harus “dapat berbicara” sendiri, harus berisi informasi yang lengkap, tidak berisi informasi yang masih belum jelas atau pertanyaan yang belum terjawab.

b.   Jelas. Kejelasan dalam menyajikan informasi kepada pihak-pihak yang akan memeriksa kertas kerja perlu diusahakan auditor. Penggunaan istilah menimbulkan arti ganda perlu dihindari. Penyajian informasi secara sistematik perlu diadakan.

c.   Rapi. Kerapian dalam pembuatan kertas kerja dan keteraturan penyusunan kertas kerja akan membantu auditor senior dalam me-review hasil kertas kerja stafnya serta memudahkan auditor dalam memperoleh informasi dari kertas kerja tersebut.

d.   Teliti. Dalam pembuatan kertas kerja, auditor harus memperhatikan ketelitian dalam penulisan dan perhitungan sehingga kertas kerjanya bebas dari kesalahan tulis dan perhitungan.

e.   Ringkas. Kadang-kadang auditor yang belum berpengalaman melakukan kesalahan dengan melaksanakan audit yang tidak relevan dengan tujuan audit. Akibatnya, ia membuat atau mengumpulkan kertas kerja dalam jumlah yang banyak dan cenderung tidak bermanfaat dalam auditnya.

Oleh karena itu, kertas kerja harus dibatasi pada informasi yang pokok saja dan yang relevan dengan tujuan audit yang dilakukan serta disajikan secara ringkas. Auditor harus menghindari rincian yang tidak perlu. Analisis yang dilakukan oleh auditor harus merupakan ringkasan dan penafsiran data dan bukan hanya merupakan penyalinan catatan klien ke dalam kertas kerja

IV. Jenis Kertas Kerja.

a.   Program Audit (Audit program). Merupakan daftar prosedur audit untuk seluruh audit unsur tertentu. Sedangkan prosedur audit adalah instruksi rinci untuk mengumpulkan tipe bukti tertentu dalam audit.

Dalam program audit, auditor menyebutkan prosedur yang harus diikuti dalam melakukan verifikasi setiap unsur yang tercantum dalam laporan keuangan, tanggal, dan paraf pelaksana prosedur audit tersebut, serta penunjukkan indeks kertas kerja yang dihasilkan.

b.   WTB (Working Trial Balance). Adalah suatu daftar yang berisi saldo-saldo akun buku besar pada akhir tahun yang diaudit dan pada akhir tahun sebelumnya, kolom-kolom untuk adjustment/penyesuaian dan penggolongan kembali yang diusulkan oleh auditor, serta saldo-saldo setelah koreksi auditor yang akan tampak dalam laporan auditan (audited financial statements).

Kode Akun

Nama akun

Indeks Kertas kerja

Saldo akhir 31 Des 20×0

Saldo menurut buku 31 Des 20×1

Adjustment dan Reklafikasi

Saldo 31 Des 20×1 menurut hasil audit

D

K

D

K

D

K

D

K

Dibuat
Di-review

Tanda tangan

Tanggal

WTB (Working Trial Balance) merupakan daftar permulaan yang harus dibuat oleh auditor untuk memindahkan semua saldo akun yang tercantum dalam daftar saldo (trial balance) klien

c.   Ringkasan jurnal adjusment & klasifikasi.  Dalam proses auditnya, auditor menemukan kekeliruan dalam laporan keuangan dan catatan akuntansi kliennya. Untuk membetulkan kekeliruan tersebut, auditor membuat draft jurnal adjustment yang nantinya akan dibicarakan dengan kliennya.

Disamping itu, auditor juga membuat jurnal penggolongan kembali (reclassification entries) untuk unsur, yang meskipun tidak salah dicatat oleh klien namun untuk kepentingan penyajian laporan keuangan yang wajar, harus digolongkan kembali.

Jurnal adjustment yang diusulkan oleh auditor biasanya diberi nomor urut dan untuk jurnal penggolongan kembali diberi identitas huruf.  Setiap jurnal adjustment maupun penggolongan kembali harus disertai penjelasan yg lengkap.

D-1

PT. Merbabu

Ringkasan  Jurnal Adjustment

31 Desember 19X2

Indeks Kertas Kerja

Nomor Kode Akun

Nama Akun dan penjelasan jurnal adjustment

Debit

Kredit

Dibuat
Di-review

Tanda tangan

Tanggal

D-2

PT. Merbabu

Ringkasan  Jurnal Penggolongan Kembali

31 Desember 19X2

Indeks Kertas Kerja

Nomor Kode Akun

Nama Akun dan penjelasan jurnal adjustment

Debit

Kredit

Dibuat
Di-review

Tanda tangan

Tanggal

d. Daftar utama/Skedul Utama (Lead schedule atau top schedule).  Adalah kertas kerja yang digunakan untuk meringkas informasi yang dicatat dalam skedul pendukung untuk akun-akun yang berhubungan. Skedul utama ini digunakan untuk menggabungkan akun-akun buku besar yang sejenis, yang jumlah saldonya akan dicantumkan didalam laporan keuangan dalam satu jumlah. Sebagai contoh, skedul utama kas merupakan penggabungan akun-akun buku besar : kas ditangan Rp. 6.000.000, kas di bank Rp. 65.000.000, Dana kas kecil Rp. 2.000.000. Saldo kas yang disajikan didalam neraca adalah Rp. 73.000.000 (Rp. 6.000.000 + Rp. 65.000.000 + Rp. 2.000.000).

Skedul utama mempunyai kolom yang sama dengan kolom-kolom yang terdapat dalam WTB (Working Trial Balance). Jumlah total tiap-tiap kolom dalam skedul utama dipindahkan ke dalam kolom yang berkaitan dalam WTB (Working Trial Balance).

e.   Daftar pendukung/Skedul pendukung (Supporting schedule). Pada waktu auditor melakukan verifikasi terhadap unsur-unsur yang tercantum dalam laporan keuangan klien, ia membuat berbagai macam kertas kerja pendukung yang menguatkan informasi keuangan dan operasional yang dikumpulkannya. Dalam setiap skedul pendukung harus dicantumkan pekerjaan yang telah dilakukan oleh auditor dalam memverifikasi dan menganalisis unsur-unsur yang dicantumkan dalam daftar tersebut, metode verifikasi yang digunakan, pertanyaan yang timbul dalam audit, serta jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut. Skedul pendukung harus memuat juga berbagai simpulan yang dibuat oleh auditor.

V. Susunan Kertas Kerja.

a. Draft Laporan pemeriksaan/Audit report

    b. Laporan Keuangan auditan yg telah diperiksa.

    c. Ringkasan informasi bagi penelaah/reviewer.

      d. Program pemeriksaan/program audit.

      e. LK atau Neraca lajur (worksheet) yang dibuat klien.

      f. Ringkasan jurnal adjusment.

      g. WTB ( Working Trial Balance ).

      h. Daftar utama/Skedul utama.

      i. Daftar pendukung/skedul pendukung.

      VI. Hal Yg Diperhatikan Dalam Pembuatan KK.

      a.   Judul.

      b.   Nomor index.  Pemberian indeks terhadap kertas kerja akan memudahkan pencarian informasi dalam berbagai daftar yang terdapat di berbagai tipe kertas kerja. Setiap auditor mempunyai cara tersendiri mengenai cara pemberian indeks kertas kerja. Faktor-faktor  yang harus diperhatikan dalam pemberian indeks kertas kerja adalah sebagai berikut :

      1)      Setiap kertas kerja harus diberi indeks, dapat disudut atas atau di sudut bawah.

      2)      Pencatuman indeks silang (cross index) harus dilakukan sebagai berikut:

      a). Indeks silang dari skedul pndukung ke  skedul utama. Rincian jumlah yang tercantum dalamsuatu skedul pendukung diberi indeks silang dengan menunjuk indeks skedul utama yang berkaitan yang memuat jumlah tersebut. Pencatuman indeks silang dalam skedul pendukung dilakukan dengan cara sebagai berikut : “ke A” sedangkan dibelakang angka yang berkaitan dalam skedul utama harus diberi indeks skedul pendukung yang berkaitan.

      b). Indeks silang dari skedul akun pendapatan dan biaya. Kertas kerja yang berhubungan dengan akun neraca harus diberi indeks silang dengan kertas kerja yang berhubungan dengan akun laba rugi.

      c).  Indeks silang antar skedul pendukung. Untuk menghubungkan informasi yang saling berkaitan, yang terdapat dalam berbagai skedul pendukung, diperlukan indeks silang antar skedul pendukung.

      d).  Indeks silang dari skedul pendukung ke ringkasan jurnal adjusment. Dengan cara mencantumkan indeks skedul pendukung di belakang jurnal adjustment yang dicantumkan ke dalam ringkasan jurnal adjustment tersebut.

      e).  Indeks silang dari skedul utama ke WTB. Indeks skedul utama dicantumkan pada WTB agar memudahkan pencarian kembali informasi yang lebih rinci dari WTB ke skedul utama.

      f).  Indeks silang dapat digunakan pula untuk menghubungkan program audit dengan kertas kerja. Indeks kertas kerja dicantumkan pada program audit untuk menunjukkan di kertas kerja mana hasil pelaksanaan audit tersebut dapat ditemukan.

      Misalnya : G-1, A-8

      c. Tanda Tick.

      d. Tanda tangan.

      e. Tanggal.

      VII. Pengarsipan Kertas Kerja.

      a.   Arsip Permanen (Permanent File) : Arsip ini berguna untuk pemeriksaan yang akan datang.

      b.   Arsip Sekarang (Current File): Arsip ini berguna pada saat pemeriksaan sekarang.

      VIII. Kepemilikan Dan Kerahasiaan Kertas Kerja.

      SA Seksi 339 kertas kerja paragraph 06 mengatur bahwa kertas kerja adalah milik kantor akuntan publik, bukan milik klien atau milik pribadi auditor. Kertas Kerja (KK) adalah milik dan dirahasiakan auditor.

      SA Seksi 339 paragraf 08, bahwa auditor harus menerapkan prosedur memadai untuk menjaga keamanan kertas kerja dan harus menyimpannya sekurang-kurangnya 10 tahun. Sehingga dapat memenuhi kebutuhan praktiknya dan ketentuan-ketentuan yang berlaku mengenai penyimpanan dokumen. Karena sifat kerahasiaan yang melekat pada kertas kerja, auditor harus selalu menjaga kertas kerja dengan cara mencegah terungkapnya informasi yang tercantum dalam kertas kerja pihak-pihak yang tidak diinginkan. Seorang auditor tidak dapat memberikan informasi kepada pihak bukan klien kecuali jika klien mengijinkannya.


      Aksi

      Information

      Tinggalkan Balasan

      Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

      Logo WordPress.com

      You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

      Gambar Twitter

      You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

      Foto Facebook

      You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

      Foto Google+

      You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

      Connecting to %s




      %d blogger menyukai ini: